Simplifikasi Lini Perakitan Komponen Semi-Otomasi Berbasis Rotary Index untuk Reduksi Labor Cost: Studi Kasus Industri Komponen Otomotif
Simplifikasi Lini Perakitan Komponen Semi-Otomasi Berbasis Rotary Index untuk Reduksi Labor Cost Studi Kasus Industri Komponen Otomotif
Keywords:
gugus kendali mutu; semi-otomasi; otomasi biaya murah; penyeimbangan lini; biaya tenaga kerja; rotary indexAbstract
Margin keuntungan pada sektor manufaktur komponen otomotif yang bersifat padat karya kian tergerus oleh tren peningkatan upah minimum secara terus-menerus. Di sisi lain, adopsi otomasi robotik secara komprehensif masih menjadi tantangan bagi banyak perusahaan, terutama akibat besarnya kebutuhan investasi awal dan panjangnya periode pengembalian investasi (payback period) Sebagai solusi alternatif, riset ini menganalisis implementasi sistem semi-otomasi yang memadukan teknologi rotary index dan auto loader sebagai strategi moderat untuk memangkas pengeluaran biaya tenaga kerja pada lini perakitan komponen sepeda motor di PT XYZ. Metode eksperimen semu dengan desain komparasi sebelum dan sesudah perbaikan (before-after) diterapkan melalui studi kasus yang mengintegrasikan metodologi Delapan Langkah Gugus Kendali Mutu (Quality Control Circle Story). Identifikasi akar masalah dijalankan menggunakan alat bantu diagram kausalitas serta pengujian terhadap variabel-variabel penentu, sedangkan skenario pembenahan diformulasikan lewat harmonisasi elemen kerja guna mengejar target waktu siklus (cycle time) sebesar 6 detik dengan basis seleksi kelayakan finansial berupa masa pengembalian modal. Implementasi rekayasa ini terbukti mampu mengefisiensikan alokasi personel dari semula 13 pekerja menjadi 10 pekerja untuk setiap giliran kerja (pengurangan 3 operator per shift), yang berdampak pada penurunan beban biaya upah sebesar 23%. Melalui efisiensi ini, durasi siklus operasional tetap berada dalam batas target sehingga volume output dan jadwal distribusi produk tidak terganggu. Alokasi kapital senilai Rp1,55 miliar pada proyek ini mendatangkan efisiensi pengeluaran hingga Rp993,6 juta per tahun, dengan estimasi payback period sederhana selama 18,7 bulan serta pencapaian nilai tunai bersih (net present value) yang bernilai positif saat memasuki bulan ke-24. Secara teoretis dan praktis, studi ini memberikan sumbangsih berupa kerangka pengambilan keputusan dalam menentukan opsi otomasi yang adaptif terhadap batasan periode pemembalian modal pada industri komparatif komponen kendaraan roda dua di Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 AGUSTINUS DWI SUSANTO

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
