Evaluasi Postur Kerja Operator Bottom Tube – Welding dengan Analisis REBA di PT XYZ

Penulis

  • agustinus Dwi Susanto Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi postur kerja operator pada area Bottom Tube – Welding di PT XYZ dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Aktivitas pengelasan dan pemasangan tube ke mesin memerlukan posisi tubuh yang presisi namun berpotensi menimbulkan ketegangan muskuloskeletal akibat ketinggian objek kerja yang melebihi tinggi siku. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa posisi lengan atas operator sering terangkat di atas siku saat memasukkan tube ke mesin, dan keluhan utama yang dirasakan adalah nyeri pada pinggang bagian bawah. Berdasarkan hasil analisis REBA, diperoleh skor 5 yang termasuk kategori risiko sedang (medium risk). Untuk mengurangi risiko tersebut, disarankan penggunaan pijakan kaki setinggi 15 cm agar tinggi kerja operator sejajar dengan tinggi siku, sehingga postur kerja menjadi lebih ergonomis dan risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dapat diminimalkan. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip ergonomi dalam mendesain stasiun kerja pengelasan agar efisiensi dan keselamatan kerja dapat meningkat.

Diterbitkan

2025-06-01

Cara Mengutip

Dwi Susanto, agustinus (2025) “Evaluasi Postur Kerja Operator Bottom Tube – Welding dengan Analisis REBA di PT XYZ”, JUS TEKNO (Jurnal Sains dan Teknologi), 9(1), hlm. 90–94. Tersedia pada: https://journal.sttdb.ac.id/index.php/justekno/article/view/132 (Diakses: 1 Februari 2026).