Mrs lecturer
Program Studi Teknik Mesin, STTB Duta Bangsa
Kata Kunci:
kafein, kualitas tidur, keaktifan aktivitas, PSQI, ESSAbstrak
Kafein merupakan zat stimulan yang banyak dikonsumsi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan keaktifan aktivitas. Namun, konsumsi kafein berpotensi memengaruhi kualitas tidur, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi kafein tanpa gula terhadap kualitas tidur dan tingkat keaktifan aktivitas harian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Epworth Sleepiness Scale (ESS) untuk mengukur tingkat kantuk atau keaktifan aktivitas. Subjek penelitian mengonsumsi minuman berkafein tanpa gula berupa kopi, teh, dan matcha dengan batas waktu konsumsi hingga pukul 15.00 selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi cenderung memberikan efek stimulasi lebih kuat sehingga berpotensi memengaruhi kualitas tidur dibandingkan teh dan matcha. Sementara itu, konsumsi teh dan matcha menunjukkan efek yang lebih stabil terhadap kualitas tidur dan aktivitas harian. Pembatasan waktu konsumsi kafein hingga pukul 15.00 dapat membantu meminimalkan gangguan tidur, meskipun respons setiap individu berbeda.
Keywords— kafein, kualitas tidur, keaktifan aktivitas, PSQI, ESS.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 FITRI RETNA WIJAYANTI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.